Kenalkan Tongtoll, ‘Tongkat Ajaib’ Untuk Pengguna Tol

Oktober 2017 ini, pemerintah memiliki kebijakan baru yang bakal mengubah kebiasaan para pengguna tol. Tak main-main, keputusan ini adalah kewajiban pembayaran non tunai pada seluruh gerbang tol di Indonesia. Di mana nanti semua orang yang kan membayar gerbang tol harus memakai uang elektronik (e-toll) sebagai alat transaksi.

Memulai masa percobaan pembayaran non tunai ini, rupanya ada Tongtoll yang mendadak populer. Seperti namanya, Tongtoll adalah tongkat e-toll yang merupakan alat bantu penempelan kartu di mesin reader Gerbang Tol Otomatis (GTO) Kehadiran tongtoll ini tentu memecahkan masalah para pengguna jalan tol yang selama ini mengalami kesulitan saat menempelkan e-toll.

Ide Tongtoll Dari Pengusaha Bandung

Pada dasarnya, fenomena tongtoll ini muncul dari adanya masalah saat berada di GTO. Rupanya banyak sekali pengguna tol yang tidak sampai tangannya untuk menempelkan e-toll. Masalah inipun menarik perhatian Andrian Gunawan, seorang pengelola pabrik plastik di Kopo, Bandung. Dilansir Detik, Andrian rupanya mendapatkan ide tongtoll sekitar setahun lalu.

Kala itu Andrian sering melihat pengemudi sampai harus melepaskan seatbelt atau membuka pintu mobil demi menempelkan e-toll. Dampak dari pengguna tol yang tangannya tidak sampai itupun membuat kemacetan di gerbang tol. Hal ini rupanya memicu lulusan Institur Manajemen Singapura (SIM) untuk membuat alat yang bisa membantu pengguna tol untuk menjangkau mesin reader e-toll di GTO. Kebetulan orangtuanya adalah pemilik pabrik plastik, Adrian pun sukses melahirkan tongtoll domino qiu qiu yang berbahan plastik mirip penepuk lalat itu.

Harga Murah dan Tersedia Online

Tak butuh waktu lama bagi tongtoll untuk menjadi pembicaraan khalayak umum. Seolah menggeser popularitas tongsis selfie, tongtoll pun bisa ditemukan dengan sangat mudah secara online. Kini makin banyak penjual tongtoll di media sosial seperti Instagram hingga e-commerce semisal Shopee, Bukalapak, Lazada dan marketplace lainnya.

Salah satu distributor tongtoll yakni Aditya menjelaskan kalau alat bantu ini memiliki harga variasi mulai Rp 15 ribu hingga Rp 75 ribu. Harga akan semakin mahal jika memiliki bahan, kualitas dan daya jangkau panjang lebih mumpuni. Tak cuma berbahan plastik, tongkat dengan bagian ujung berbentuk tempat kartu ini kabarnya ada yang diproduksi dengan bahan logam ringan.

Mendapat Tanggapan Positif Berbagai Pihak

Meskipun terdengar unik, kehadiran tongtoll ini rupanya ditanggapi positif oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo). Ketua Aptrindo yakni Gemilang Tarigan berpendapat jika ukuran truk yang berbeda dengan kendaraan umum memang membuat para sopir membutuhkan alat bantu untuk menempelkan e-toll kelak. Sehingga fenomena tongtoll dianggap sebagai sesuatu yang baik.

Inovasi tongtoll inipun akhirnya sampai ke telinga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Basuki menanggapi bahwa tongtoll akan bisa membantu masyarakat luas dalam setiap transaksi non tunai. Kendati belum mengetahui secara pasti bentuk tongtoll, Basuki mengapresiasi daya kreatifitas warga Indonesia.

Tak berhenti di situ, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso, juga memuji kemunculan tongtoll yang merupakan ide brilian dari generasi muda di Indonesia. Dalam salah satu wawancaranya, Santoso angkat bicara, “Saya pikir ini good idea (ide yang baik) ya. Karena kadang kan pengendara berhentinya kejauhan dari mesin reader. Jadi sangatlah membantu,”

Dengan kepastian berlakunya kebijakan penggunaan e-toll kurang dari tiga minggu lagi, sepertinya kebutuhan akan tongtoll akan meningkat. Apa berniat untuk membelinya dulu?