Fakta Kerasnya Hidup Seorang Chester Bennington

Kabar duka datang dari penyanyi band metal linkin park, Chester Bennington. Sekarang para penggemar sudah tidak bisa mendengar suaranya lagi di panggung. Pria berumur 41 tahun ini, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, pada hari kamis 20 juli 2017 waktu setempat. Kematian chester bennington ini memang cukup mengejutkan bagi semua penggemarnya. Banyak yang tak percaya dengan kematian ini. banyak spekulasi, penyebab chester memutuskan untuk bunuh diri. Selama hidupnya, chester memang sering mengalami berbagai kejadian yang menyedihkan. Berikut ini fakta kerasnya hidup seorang chester bennington.

Orang Tua Bercerai

Chester bukan seorang anak yang hidup di keluarga yang  baik-baik saja. orang tua chester, memutuskan bercerai ketika ia masih berusia 11 tahun. Sejak saat itu, chester di asuh oleh ayahnya yang seorang penyidik kepolisian. Hampir setiap harinya, dia jarang bertemu dengan sang ayah karena terlalu sibuk. Saudara pun tidak pernah ada di rumah. Jadi sejak kecil, ia seperti diabaikan oleh semua keluarganya. Tidak ada satu pun orang yang bisa ia diajak bicara, ini membuat masa kecilnya memberikan depresi cukup dalam.

Kekerasan Seksual

Tak hanya orang tua yang bercerai, tapi chester juga pernah mengalami kekerasan seksual pada saat masih kecil. Sekitar umu 7 tahun, ia mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh teman yang lebih tua darinya. Awalnya Cuma rasa ingin tahu, lama kelamaan suatu kegiatan yang dilakukan terus menerus. Bahkan chester sampai di paksa dan dipukuli untuk melakukan hal tersebut. hal ini membuat rasa percaya dirinya semakin menurun. Bahkan ia pun tidak berani menceritakan hal tersebut ke ayahnya sendiri. kekerasan seksual ini, ia alami sampai berusia 13 tahun.

Terjerat Narkoba

Banyak yang berspekulasi kematian chester bennington, karena depresi dari jeratan narkoba. Chester memang sudah sangat ketergantungan dengan narkoba. Setiap hari, ia selalu menghisap narkoba terlalu banyak. inilah yang membuat berat badan chester, semakin berkurang. Bahkan saat ini hanya sekitar 50 kilogram. Chester pernah mencoba untuk lepas dari narkoba, dengan mengkonsumsi ganja. Di tahun 2006, ia dibantu teman-teman linkin park mencoba untuk melakukan konseling dan di tahun 2011 ia dinyatakan bersi dari alkohol dan narkoba.

Mengalami Depresi

Beberapa tahun belakangan ini, memang nampak chester begitu depresi dengan semua kehidupannya. Ayah 6 anak ini, pernah mengatakan bahwa kondisi mentalnya sangat buruk. Bahkan ia sudah sangat membenci hidupnya. Ia sering meluapkan semua perasaanya di lirik lagu linkin park yang ia tulis. Ada banyak sekali lagu, yang terinspirasi dari kehidupan chester sendiri. oleh karena itu chester selalu mencoba untuk membuka diri, supaya tidak terpenjara oleh semua pikirannya.

Kematian Chris Cornell

Chris cornell merupakan sahabat dekat dari chester. Chris juga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya pada bulan mei yang lalu. Ini menjadi pukulan togel singapura yang sangat berat bagi chester. Bahkan hari bunur diri chester bertepatan dengan hari ulang tahun chris cornell vokalis audioslave ini. bahkan sudah beberapa kali, chester menuliskan surat terbuka untuk chris cornell.

Sudah Pernah Mencoba Bunuh Diri

Di tahun 2009, sebenarnya chester sudah pernah mencoba untuk bunuh diri. Hal ini dilakukan sejak perceriannya dengan samantha marie sekitar tahun 2005. Bukan karena kehilangan istrinya, tapi karena kehilangan semua uang yang dia memiliki dan harus memulai hidup baru lagi. kematian chester bennington ini, menjadi duka mendalam bagi semua penggemarnya.

Mengapa Hanya Qatar yang disebut-sebut Danai Terorisme?

Pemutusan hubungan diplomatic kepada Qatar yang mana dilakukan oleh negara Arab Saudi dan sekutu-sekutunya mempunyai sumber bahwa Qatar lah yang menjadi negara yang mendanai sejumlah kelompok ekstrimis yang mana membuat negara Timur tengah menjadi tidak stabil. Tudingan kali ini bukan lah kali pertamanya bagi Qatar. Bahkan negara-negara tetangganya sudah pernah beberapa kali menuding hal tersebut.

Tudingan kepada Qatar

Pada tahun 2014 silam, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menarik duta besar mereka dari Qatar dikarenakan mereka menilai Qatar terlalu mencampuri urusan dalam negeri sesama anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau GGC. Pada saat itu ada ketegangan diplomatic yang sempat terjadi selama 9 bulan. Dengan menggunakan uang hasil penjualan dari sumber daya alamnya, Qatar dituding menyokong Ihwanul Muslimin yang mana berhubungan sangat dekat dengan Taliban dan juga afiliasi-afiliasi Al-Qaeda serta menjalin keakraban dengan Iran. Tak ketinggalan juga, stasiun TV Al Jazeera yang mana mempunyai basis di Doha juga dituding menyokong kubu pemberontak Houthi yang ada di Yaman.

Berkat kekayaannya pula lah, Qatar dilaporkan telah membayar sebesar USD $1 miliar atau sekitar kurang lebih Rp. 13,2 triliun kepada bekas kelompok afiliasi Al-Qaeda yang ada di SUriah serta aparta keamanan Iran untuk membebaskan sejumlah 26 anggota kerajaan Qatar yang dilaporkan saat itu diculik oleh kelompok milis Syiah yang mana merupakan sokongan Iran.

Namun demikian, Qatar sendiri membatah tuduhan tersebut. Qatar malahan menegaskan bahwa mereka sudah mengupayakan langkah anti terorisme dewa poker dan mereka sudah menempuh segala cara bahkan lebih kuat apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangganya.

Komitmen yang dipertanyakan

Sejak tanggal 11 September 2011 silam, upaya global guna mengganggu pendanaan terorisme yang mana diprakarsai oleh Amerika Serikat terus saja dilakukan tanpa henti. Beragam undang-undang domestic serta Resolusi Dewan Keamanan PBB sudah disahkan. Tidak hanya itu, bahkan berbagai entitas dan juga individu sudah dikenai sanksi PBB maupun sanksi nasional dan juga sejumlah tersangka penyalur dana terorisme seperti lembaga amal dan remitansi sudah ditutup.

Namun kendati usaha-usaha itu sudah ditempuh, komitmen dari beberapa negara nampaknya masih dipertanyakan, termasuk juga negara ‘kunci’, Qatar. Wakil Menteri Keuangan AS di bidang terorisme dan Intelejen Keuangan, David Cohen, pada tahun 2014 lalu menyatakan, “Qatar adalah sekutu lama AS. Merka selama bertahun-tahun terbuka mendanai Hamas, sebuah kelompok yang mana terus menerus mengganggu stabilitas kawasan. Laporan-laporan pers mengindikasikan bahwa pemerintah Qatar juga mendukung beberapa kelompok ekstrimis di Suriah.”

Cohen juga menyoroti bahwa ada lingkungan ‘permisif’ yang ada di Qatar yang mana lingkungan itu membuka peluang bagi para penggalang dana untuk menyalurkan sumbangan mereka ke kelompok-kelompok ekstrimis, seperti ISIS dan Al-Qaeda.

Dan pada tahun 2016 lalu, Adam Szubin yang menggantikan posisi Cohen di Depkeu AS juga mencatat bahwa Qatar memanglah menunjukkan kesediaannya untuk mengambil langkah yang tegas guna melawan penggalangan dana terorisme. Namun, menurut Szubin, Qatar ‘membuka peluang’ dan “kurang ‘mempunyai iktikad politik dan kapasitas untuk menegakkan undang-undang keuangan anti-teroris secara efektif dalam upaya melawan semua ancaman pendanaan terorisme.”

Dan menanggapi kegagalan ini, Amerika Serikat sendiri menjatuhkan beberapa sanksi kepada beberapa warga Qatar atas tuduhan pendanaan terhadap terorisme. Sampai saat ini, Qatar masih bersikuku bahwa mereka tidak mendanai terorisme seperti apa yang disangkakan oleh Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.

Ismail Haniya – Pemimpin Hamas Yang Baru

Perang antara Palestina dan Israel masih terus berkecamuk. Seperti yang dilansir AFP pada hari minggu tanggal 7 Mei 2017, bahwa Ismail Haniya telah terpilih oleh Dewan Syura Hamas tanggal 6 Mei 2017, atau Sabtu kemarin waktu setempat atau sehari setelah dilaksanakannya revisi anggaran dasar mereka. Kelompok pergerakan Palestina, Hamas, memilih Ismail Haniya yang merupakan mantan kepala jalur Gaza, sebagai pemimpin baru bagi kelompok tersebut.  Hal tersebut dilakukan, karena berharap Haniya dapat mempertahankan Jalur Gaza.

Ismail Haniya Gantikan Khaled Meshaal

Haniya merupakan orang pragmatis dalam pergerakan dan dinilai perlu melakukan pertahanan terhadap wilayah enkalave rakyat Palestina yang telah dilakukan Hamas sejak tahun 2007. Seperti yang telah diketahui, bahwa pendahulunya,Khaled Meshaal tidak dapat menjadi pemimpin kelompok itu lagi, karena telah melewati masa jabatan maksimal, yaitu dua kali periode.

Khaled yang merupakan pemimpin sayap politik Hamas, sebelumnya telah membenarkan mengenai peralihan kekuasaan Poker online itu. Dia juga akan mengumumkan nama lainnya yang akan berperan di bawah kepemimpinan Haniya di waktu yang tepat. “Saya ingin memberikan pengumuman bahwa dewan baru telah memilih Abu al-Abed, saudaraku Ismail Haniya,presiden biro politik Hamas”.

Dalam situs resmi Hamas dituliskan bahwa “Pada hari Sabtu, Dewan Syura Hamas telah memilih Ismail Haniya sebagai kepala dari biro politik pergerakan. Bukan tanpa pesaing, ternyata Haniya berhasil mengalahkan Mussa Abu Marzuk dan Mohamed Nazzal, melalui pemilihan telekonferensi video yang dilakukan anggota dewan di Gaza, di Tepi Barat, maupun yang ada di luar wilayah Palestina, secara konsultatif dan demokratis yang homogen. Tugas dari Haniya adalah untuk mencari kemudahan untuk dapat keluar dari isolasi internasional, tanpa perlu mengesampingkan kelompok garis keras di dalam pergerakan.

Meshaal sebelumnya tinggal di pengasingan di Ibu Kota Qatar, Doha sampai masa jabatannya selesai, sedangkan Haniya diperkirakan akan tetap ada di Jalur Gaza, yang merupakan daerah kantung Palestina, yang telah dikelola Hamas dari tahun 2007. Hal tersebut urut dikomentari oleh juru bicara senior Hamas, Osama Hamdan kepada Al Jazirah, kalau adanya waktu perubahan itu sesuai dengan peraturan internal yang diberlakukan oleh Hamas, yang membatasi persyaratan pemimpin biro politik. “ Perubahan bukan karena adanya kegagalan dalam kepemimpinan”, terangnya.

Minggu pekan lalu, telah terbongkar dokumen mengenai kebijakan baru yang dapat memudahkan posisinya di depan Israel. Dokumen tersebut telah menerima pendirian Negara Palestina di Tepi Barat, Timur Yerusalem dan Gaza, merupakan termasuk daerah teritori yang berhasil dikuasai Israel dalam Perang Enam Hari 1967. Tak hanya itu saja, dokumen tersebut juga mengungkapkan kalau perjuangan Hamas ternyata bukanlah untuk melawan atau memerangi Yahudi karena agama mereka, tapi merupakan perjuangan melawan Israel, karena telah menguasai dan menduduki wilayah secara semena-mena. Dokumen asli dari anggaran dasar Hamas pada tahun 1988 tidak dibuang, hanya dilengkapi saja.

Hamas Putus Hubungan Dengan Ikhwanul Muslimin

Pengumuman dipilihnya Hania itu berlangsung tak lama, setelah para petinggi di Gaza, Palestina mengeluarkan kebijakan politik yang plegmatis dan lebih lunak terhadap Israel. Tak hanya itu saja, Hamas juga melakukan pemutusan hubungan secara menyeluruh dengan Ikhwanul Muslimin. Padahal, saat pembentukan Hamas tahun 1987, kelompok tersebut terinspirasi oleh gerakan Ijhwanul Muslimin yang didirikan di Mesir.

Pernyataan tersebut diduga untuk mencari dukungan Negara Teluk di Arab dan Mesir. Karena Negara-negara itu beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi terror. Tak hanya itu saja, perubahan sikap tersebut juga untuk mengambil hati Eropa dan mengakhiri isolasi dunia internasional kepada kelompok itu.