Sean Gelael Kena Pinalti Sehingga Tak Dapat Poin

Kesalahan dalam perlombaan akan menuai sebuah hukuman. Hal itu yang dialami oleh Sean Gelael. Akibat ulahnya, ia harus rela mendapatkan penalty, yang membuatnya tidak memperoleh poin. Padahal sebenarnya Sean sukses finis di urutan kesembilan dalam feature race F2 yang diselenggarakan di Hongaria. Dalam laga itu, pria yang lahir di Jakarta itu harus melalui balapan sepanjang 36 lap di Sirkuit Hungaroring hari Sabtu 29 Juli 2017 dan memulai ajang balap dari posisi ke 20, setelah dia tak dapat membukukan waktu untuk sesi kualifikasi di hari sebelumnya, karena mobilnya berhenti.

Sean Masuk Urutan 14 Karena Penalti

Di lap pertama, pria berumur 20 tahun itu mampu bertengger di posisi ke 16. Peraihannya terus melaju dan naik satu tingkat di lap ketujuh. Ada beberapa pebalap yang melakukan pitstop di lap dewa poker kesepuluh dan Sean mulai merangkak naik ke urutan ke 10, setelah sukses membalap Sergio Sette Camara (MP Motorsport). Saat di lap ke 13, Sean masuk pit untuk mengganti ban.

Saat kembali ke lintasan, pria yang lahir 1 November 1996 itu berada diposisi ke 18, kemudian naik satu urutan jadi posisi ke 17. Karena ada beberapa pebalap masuk ke pit, membuat Sean merasa diuntungkan. Bahkan di lap ke 24, Sean masuk ke urutan ke 14.

Adegan yang tidak mengenakkan terjadi, di lap ke 25, Sergio Canamasas (Rapax) bersenggolan dengan Robert Visoiu (Compos Racing), ketika ingin memperebutkan urutan ke 9. Diantara keduanya, tak ada yang berhasil mendapatkan posisi itu, karena mereka berdua tidak dapat melanjutkan balapan. Safety car masuk ke lintasan sampai akhir lap ke 27.

Balapan dimulai lagi di lap ke 28. Hal itu membuat Sean berhasil merangsek maju dan langsung masuk ke urutan 10 besar. Bahkan di lap ke 31, Sean naik ke urutan ke 9, menyusul kesalahan yang dilakukan Gustav Malja (Racing Engineering) yang berada di depannya. Keberuntungan Sean tak berlangsung lama, karena posisinya turun ke urutan 10 setelah Alexander Albon (ART Grand Prix) berhasil menyusulnya di lap ke 33.

Drama terjadi lagi, di tiga lap terakhir atau lap 34, Artem Markelov (Russian Time) tiba-tiba melintir keluar dari lintasan saat berduel sengit dengan Oliver Rowland, salah satu pebalap DAMS untuk memperebutkan urutan ke 8. Hal itu membuat safety car masuk kembali ke lintasan. Ketika itu, posisi Sean ada diurutan ke 9. Kemudian, Safety car sukses memimpin balapan sampai masuk ke akhir lap 36. Dan Sean berhasil mempertahankan posisinya sampai garis finis.

Sean Kena Pinalti Karena Aktifkan DRS

Tapi, hal yang tidak diduga terjadi, setelah balapan selesai, Sean dipanggil oleh steward terkait DRS. Sean dinyatakan bersalah karena telah mengaktifkan DRS sebelum menyelesaikan 2 lap, sehingga diberikan penalty sebesar 10 detik. Tak hanya Sean yang mengalami kejadian yang tak mengenakkan itu, tapi Sette Camara juga dijatuhi hukuman serupa.

Hukuman yang harus ditanggung Sean itu, membuatnya dinyatakan finis di urutan ke 14, bahkan dia juga tidak mendapatkan tambahan angka. Di lain sisi, Norman Nato, kawan setim Sean finis di posisi ke 7 dan mengantongi 6 poin. Pertandingan itu dimenangkan oleh Oliver Rowland (DAMS), selanjutnya diisi oleh Nicholas Latifi (DAMS) diurutan ke 2 dan Nyck De Vries (Rapax) mengisi posisi ke 3.

Pada hari Minggu tanggal 30 Juli 2017 pukul 15.35 WIB, pebalap-pebalap akan melaksanakan balapan kedua (sprint race) dan perlombaan akan dilaksanakan dalam 28 lap.

 

Mclaren Tegaskan Tidak Ada Konflik Dengan Fernando Alonso

 

Persaingan dalam Formula 1 semakin seru dimana saat ini Sebastian Vettel masih memimpin sembari dikuti oleh duo Mercedes dan rekan setimnya di Ferrari, Kimi Raikkonen. Namun jajaran nama atas para pembalap ini masih ada yang kurang yaitu nama Fernando Alonso yang sudah tidak lagi memiliki masa keemasan bahkan pembalap berusia 35 tahun ini digosipkan memiliki masalah internal dengan Mclaren dan membuatnya ingin hengkang.

Fernando Alonso Tidak Memiliki Masalah Internal Dengan Mclaren

Jajaran pembalap papan atas dalam beberapa musim ini sudah tidak lagi menampilkan nama Fernando Alonso sebagai salah satu pembalap togel online yang diperhitungkan mampu menjadi juara dunia. Alonso yang pernah berjaya dengan Renault dan juga Ferrari ini seolah langsung turun tahta dan hanya mampu berada di papan tengah. Namun ternayat musim ini dirinya mengalami masalah yang buruk bahkan tidak mampu bersaing dengan pembalap di papan tengah lain karena dirinya tidak memiliki mobil yang cukup kuat untuk dipacu menuju haris depan. Padahal pesaingnya yang lain masih tetap berada di papan atas meskipun usia mereka juga tidak lagi muda namun masih hebat.

Sebastian vettel masih tetap berjaya dan berusaha meraih gelarnya kembali, ada pula saingan lamanya Lewis Hamilton yang juga masih mengincar juara setelah musim lalu gagal bahkan Kimi Raikkonen pun tetap konsisten dan di musim ini dirinya juga selalu berada di papan atas. Hanya Alonso yang tidak mengalami perkembangan apapun dan membuat dirinya sendiri juga frustasi dibuatnya dan akhirnya mulai absen mengikuti balapan. Padahal musim ini masih belum berakhir namun Alonso sudah tidak mengikuti GP Monaco dan dia pun lebih memilih untuk balapan di Indy 500 yang digelar di Indianapolis, Amerika Serikat padahal yang lain masih berjuang untuk menang.

Banyak pihak yang mengatakan jika dirinya memiliki masalah dengan Mclaren namun pihak Mclaren pun membantah adanya masalah maupun ketegangan internal di dalam timnya. Bahkan hal ini juga langsung dikatakan oleh Zak Brown yang merupakan Direktur Eksekutif dari Mclaren. Beliau mengatakan jika tidak ada sama sekali masalah ketegangan dengan tim selama Alonso membalap untuk Mclaren sehingga adanya spekulasi mengenai kepindahan itu tidak akan terjadi. Namun Brown juga membenarkan jika Alonso mengalami masa frustasi sebab dirinya gagal untuk tampil baik selama berjalannya musim 2017 ini sehingga dia geram dan memutuskan untuk absen balapan.

Mclaren Inginkan Fernando Alonso Bertahan

Seperti yang dilansir oleh halaman Sportsmole, Brown mengatakan jika sebenarnya Alonso masih sangat menyukai suasana ketika dirinya membalap dengan Mclaren. Brown bahkan tidak bisa berpikir jika terdapat tim lain yang lebih baik dibandingkan dengan timnya ini meskipun ia tidak menampik apabila Alonso sangat ingin bersaing di papan atas seperti dulu dengan pembalap yang lainnya. Namun beliau menambahkan jika tidak ada sama sekali ketegangan apapun yang membuat Alonso tidak betah untuk bersama dengan Mclaren. Kelihatannya memang dirinya sangat frustasi namun Brown mengatakan jika bukan hanya dirinya saja yang sedang frustasi melainkan timnya.

Tim juga menanggung beban frustasi yang dialami dan pihak Mclaren berusaha untuk membuat Alonso tetap berada di Mclaren dan dia yakin jika Alonso juga masih memiliki keinginan untuk tetap tinggal dengan Mclaren. Di akhir pernyataannya, Brown menyadari bahwa satu hal yang paling mereka butuhkan adalah mobil yang paling cepat dan juga kuat sehingga mereka masih akan tetap mencoba dan sedang membuat mobil yang cocok untuk Alonso sehingga mampu bersaing di peringkat atas kembali di usianya yang kini sudah tidak muda lagi.

Akan tetapi, Brown kembali menegaskan jika pihaknya tidak memiliki masalah yang akan merugikan Fernando Alonso dan hubungan itu masih tetap baik hingga saat ini sehingga Alonso akan kembali.