Peru Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2018

Gelaran turnamen sepakbola tertinggi di Bumi, Piala Dunia 2018 sudah memiliki seluruh pesertanya. Usai babak penyisihan yang dipenuhi drama dan cerita perjuangan, 32 negara telah memastikan diri melenggang ke Rusia. Dan untuk negara terakhir yang memperoleh tiket adalah Peru. Peru membungkam Selandia Baru di Estadio Nacional de Lima hari Kamis (16/11) pagi waktu Indonesia.

 

Sebelumnya dalam leg pertama di Wellington, Selandia Baru hari Sabtu (11/11), kedua tim bermain imbang. Pertandingan sendiri berjalan cukup seru. Apalagi setelah Jefferson Farfan mencetak gol pertama untuk Peru di menit ke-27. Gol itu tercipta saat Farfan menyambut crossing dari Christ Cueva di sisi kiri. Sempat mengontrol bola, Farfan pun melakukan tendangan keras di tengah area kotak penalti yang tak bisa diantisipasi oleh kiper Stefan Marinovic, seperti dilansir Bolasport.

 

Babak kedua pun berjalan dengan Peru tetap menguasai jalannya pertandingan. Meskipun begitu, Selandia Baru tetap mampu menciptakan peluang. Hanya saja Peru lebih beruntung saat bek mereka, Christian Ramos melesakkan gol di menit ke-65. Lagi-lagi sosok Cueva adalah yang memberikan sumbangsih atas gol tercipta. Di mana gol Ramos itu berawal dari sepak pojoknya yang membuat bola melayang ke kotak penalti dan berakhir di kaki Ramos yang berujung 2-0 untuk Peru.

 

Ketika peluit babak kedua berakhir, tim Negeri Inca itu memastikan diri jadi negara terakhir untuk berangkat ke Rusia. Ini jelas merupakan penantian panjang karena terakhir kali Peru mencicipi piala dunia adalah pada 36 tahun lalu yakni pada 1982 di Spanyol. Dengan kekalahan Selandia Baru, maka tak ada perwakilan zona Oceania yang melaju ke Piala Dunia 2018.

 

Makna Tangisan Jefferson Farfan

 

Lepas dari kemenangan Peru, ada sebuah hal yang menarik perhatian di sepanjang pertandingan. Adalah Farfan yang menyumbangkan gol pertama itu dan melakukan selebrasi mengharukan. Usai mencetak gol, penyerang togel online berusia 33 tahun itu langsung menangis, duduk bersimpuh sambil menunjukkan seragam timnas Peru bernomor punggung sembilan.

 

Rupanya jersey itu milik Paolo Guerrero yang menjadi kapten sekaligus raja gol sepanjang masa timnas Peru. Guerrero sendiri tak bisa berlaga dalam babak penentuan negara mereka melaju ke Piala Dunia karena menjalani sanksi akibat gagal lolos tes doping usai Peru melawan Arganetina bulan Oktober 2017.Bukan tanpa alasan jika Farfan begitu menghormati Guerrero. Karena Guerrero adalah rekan bermain Farfan semenjak dirinya masih kanak-kanak.

 

Adanya Kutukan Para Dukun di Peru

 

Sementara itu yang tersisa lainnya dalam pertandingan Peru melawan Selandia Baru adalah cerita mengenai kutukan para dukun dan penyihir di Peru. Karena tim berjuluk All-Whites itu memang sudah diwanti-wanti terhadap kekuatan para dukun yang memang mengharapkan keberuntungan pada Peru.

 

Meskipun peradaban manusia sudah sangat modern, kebudayaan dukun dan penyihir masih jadi sesuatu yang dipercaya masyarakat Peru. Bahkan ritual mistis pun diakukan di depan Estadio Nacional di mana seorang dukun menaruh seekor ular di foto timnas Peru dan dukun lainnya meludah sambil merapalkan mantra, seperti dilansir Sindonews.

 

Kendati tak ada yang bisa membuktikan kekuatan para dukun dan penyihir Peru, Selandia Baru sendiri mengaku mengalami sejumlah kejanggalan. Bahkan insiden paling aneh terjadi waktu mereka datang berlatih ke stadion. Di mana bus double decker yang ditumpangi pemain Selandia Baru mendadak terasa tidak muat kala melintasi gerbang masuk. Hal ini membuat para pemain Selandia Baru harus turun dan berjalan.

Tanpa Penonton Sama Sekali, Barcelona Pecundangi Las Palmas 3-0

Pekan ketujuh Liga Spanyol musim ini masih melanjutkan tren positif Barcelona. Karena anak asuh Ernesto Valverde ini berhasil meraih poin sempurna usai mengalahkan Las Palmas. Digelar di stadion Camp Nou hari Minggu (1/10), Blaugrana menekuk tim tamu dengan skor 3-0 tanpa balas.

 

Bermain di kandang, pertandingan kali ini justru dilakukan tanpa kehadiran penonton satu pun. Dengan Camp Nou yang ditutup, El Barcabertempur tanpa dukungan suporter. Babak pertama laga sendiri berlangsung dengan Barca berulang kali mendapat peluang. Namun Palmas tak mau begitu saja mengalah sehingga membuat mereka sempat menguasai bola sebanyak 55%, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Panen kartu kuning terjadi di babak pertama, empat punggawa Barca yakni Paulinho, Gerard Pique, Sergio Busquets dan Jordi Alba mendapat peringatan dari wasit Jose Munuera. Skor 0-0 masih awet hingga babak pertama berakhir. Gol pertama untuk Barca tercetak di menit ke-49 saat Busquets menyundul bola lewat umpan Lionel Messi. Menjadi bintang dalam pertandingan, Messi mencetak gol kedua untuk Barca di menit ke-70 setelah menerima umpan Denis Suarez. Tujuh menit kemudian, Messi lagi-lagi mencetak gol yang membuat Barcelona menang 3-0.

 

Alasan Tanpa Penonton

 

Tidak adanya penonton selama laga memang membuat banyak orang bingung. Namun ternyata hal ini terjadi akibat kondisi keamanan Catalunya (Catalonia) yang memburuk. Sempat terjadi kericuhan lantaran warga Catalunya dilarang melakukan referendum (pemungutan suara) kemerdekaan atas Kerajaan Spanyol hari Minggu (1/10) pagi.

 

Sejatinya Barcelona sempat meminta laga ditunda, tetapi otoritas sepakbola Spanyol menolak sehingga mereka terpaksa bermain tanpa kehadiran suporter. Atas kondisi Catalunya, pelatih Valverde pun sampai berkomentar. Dilansir Bola, keputusan Barcelona berlaga tanpa penonton merupakan bentuk protes atas bentrokan di Catalunya. Sebelum pertandingan, dilaporkan beberapa orang cedera akibat bentrok antara aparat Spanyol dengan warga Catalunya yang ingin merdeka. Pemerintah Spanyol memang mengintervensi kegiatan referendum itu.

 

Tak heran jika kemenangan telak Barca ini diharapkan Valverde bisa menghibur para wargaCatalunya. Dengan hasil ini pula, Barcelona semakin aman di peringkat pertama klasemen sementara La Liga. Mempunyai 21 poin dan memetik seluruh kemenangan dalam tujuh laga, Barcelona unggul lima angka dari Sevilla di peringkat kedua.

 

Gerard Pique Bakal Tinggalkan Timnas Spanyol?

 

Namun hasil positif Barca ini justru bisa saja jadi kabar buruk bagi Timnas Spanyol. Karena bek Barcelona, Pique,kabarnya akan mengundurkan diri dari Timnas Spanyol. Dengan mantap, Piquesiap mundur dari Timnas karena dirinya memang mendukung kemerdekaan Catalunya. Melalui situs Marca, suami penyanyi latin Shakira itu berkomentar, “Kalau ada pejabat Asosiasi Sepakbola Spanyol menganggap kehadiran saya mengganggu, saya akan berhenti.”

 

Pique pun mengaku bangga dengan warga Catalan yang sampai turun ke jalan demi memperjuangkan aspirasi mereka. Sambil menahan tangis di wajahnya, dia menilai aksi kekerasan yang terjadi adalah pengalaman terburuk baginya. Tak hanya Pique, mantan pelatih Barcelona yakni Pep Guardiola pun juga bersuara soal referendum Catalunya. Berasal dari Catalan, Pep berpendapat bahwa rakyat Catalan punya hak menentukan masa depan mereka sendiri.

 

Meskipun kini bermukim di Inggris lantaran menangani Manchester City, Pep menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Catalunya. “Spanyol akan berusaha menutupi kenyataan, tetapi media judi bola lain di dunia akan menunjukkannya. Saya membaca di El Pais bahwa mereka mengatakan jika itu adalah petugas polisi Spanyol yang terluka. Terluka oleh apa? Oleh suara?” tutup Pep.

Jelang Juventus vs AC Milan, Siapa Yang Bakal Tersenyum?

Liga Italia musim 2017/2018 akan memasukin giornata alias pekan ke-11. Dan kali ini sorotan utama para penggemar sepakbola ditujukan ke San Siro. Karena sang juara bertahan Juventus bakal melakukan pertandingan tandang melawan AC Milan hari Sabtu (28/10) malam besok. Melihat posisi keduanya di klasemen sementara  memang bukanlah pertandingan dua tim Judi poker papan atas. Namun Juventus lawan Milan, tentu sangat dinantikan!

 

Bianconeri saat ini ada di posisi ketiga dengan total 25 poin. Tertinggal satu poin dari Inter Milan di peringkat kedua dan tiga poin dari sang pemimpin klasemen sementara, Napoli. Sementara itu di pertandingan lainnya, Napoli akan menjamu Sassuolo. Napoli memang wajib berhati-hati, karena jika terlalu fokus ke pekan Liga Champions, bisa-bisa Dries Mertens dkk akan tergeres. Bukan tanpa alasan jika Napoli terbagi konsentrasinya, karena mereka akan menjamu Manchester City di San Paolo.

 

Beda Napoli, cerita lain juga dirangkai Inter. Tidak tampil di pertandingan level Eropa, mereka justru akan bertandang ke tim papan bawah, Hellas Verona. Namun ketiga tim di posisi teratas tak boleh melupakan Lazio yang akan tandang ke markas tim juru kunci, Benevento dan AS Roma yang bakal menjamu Bologna.

 

Juventus Lesakkan 10 Gol Dalam Dua Laga

 

Berangkat ke San Siro, Bianconeri memang datang dengan semangat berapi-api. Juventus baru saja mengamuk di dua laga terakhir dengan melibas Udinese 6-2 dan mengalahkan SPAL 4-1. Sebelumnya, Juve memang gagal meraih kemenangan saat melawan Atalanta dan Lazio. Raihan 10 gol dalam dua laga terakhir membuktikan kalau Massimilliano Allegri mampu membuat Juve rajin bikin gol tapi juga rajin kebobolan.

 

Selepas 10 giornata di Serie A, Juventus mencatat delapan kemenangan dengan satu kali seri dan satu kali kalah. Ada 31 gol yang dicetak dan kebobolan 10 gol, seperti dilansir Detik. Kalau boleh dibandingkan, kebobolan 10 gol di musim ini adalah yang paling banyak diderita Juve-nya Allegri. Bahkan saat tertatih di sepuluh laga awal musim 2015/2016, Juve cuma kebobolan sembilan gol.

 

Kehilangan Leonardo Bonucci yang memilih pindah ke Milan, tentu menjadi PR besar bagi Allegri. Meskipun begitu raihan Juve ini masih jauh lebih baik daripada Milan yang meski sudah belanja pemain besar-besaran, cuma mampu berada di peringkat kedelapan saat ini.

 

Milan Kembali ke Jalur Kemenangan

 

Bertindak sebagai tuan rumah melawan Juve akhir pekan ini, Rossoneri siap tampil dengan semangat penuh. Karena memang Milan tengah berjuang memperbaiki posisinya di klasemen sementara usai menelan hasil negatif di empat pertandingan sebelumnya. Namun setelah menggulung Chievo 4-1 pekan lalu, harapan baru bagi Rossoneri dilesakkan.

 

Mendapatkan tiga poin dari Chievo memang menjadi suntikan semangat bagi pasukan Vincenzo Montella. Montella sendiri sudah meraih banyak cibiran hingga kritikan negatif karena gagal mengangkat harga diri Milan. Meskipun bermain di kandang, tugas Montella akan cukup berat. Apalagi Bonucci terpaksa absen karena mendapat kartu merah waktu melakan Genoa. Sehingga suso dan Nikola Kalinic akan menjadi tumpuan Milan di lini depan untuk menjebol gawang Juve.

 

Jika ingin lebih cermat, Milan jelas harus memperhatikan Paulo Dybala. Penyerang asal Argentina itu sudah mencetak 11 gol selama Serie A berjalan. Tak heran saat menatap laga panas ini, Suso benar-benar berharap kalau Milan bisa konsisten dan tidak salah jalur lagi, karena ini akan jadi bukti kualitas Milan yang sesungguhnya.