Balinale International Film Festival Akan Segera digelar

Salah satu event dari jagat perfilman dunia akan segera digelar. Ya, event tersebut adalah Balinale International Film Festival 2017. Tahun ini event tersebut sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-11. Di dalamnya akan diputarkan 108 film dari sejumlah 42 negara. Penyelenggaraan event ini akan berlangsung dari tanggal 24 sampai 30 September 2017 tepatnya di Lippo Mall Kuta, Bali.

Beberapa Tokoh Penting akan Hadir

Inneke Indriyani yang menjabat sebagai produser Balinale, tahun ini ada sesuatu yang berbeda. Pasalnya, penyelenggaraan tahun ini akan mempertemukan para pakar film dunia. Mereka akan berkumpul dalam BalinaleX Film Forum. Inneke yang saat itu ditemui dalam pers conference Balinale 2017 yang diselenggarakan di Cinemaxx Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (14 September 2017) mengatakan, “Yang bakal hadir dari beberapa pihak yakni dari Disney, NBC TV, Universal Studio, filmmaker dari Thailand, Australia, New Zealand, dan Jepang. Dan kami harap juga bakal dihadiri banyak filmmaker dari Indonesia juga.”

Tidak hanya itu, bahkan Richard Brenson, ketua dari Virgin Group akan hadir. Dan yang menjadikan ini langka adalah adanya video conference yang akan Brenson hadirkan. Inneke mengatakan momen ini sangat langka. Dan yang juga menggembirakan adalah hadirnya para eksekutif Indonesia serta dunia, ditambah lagi dengan para profesional dan juga asosiasi perfilman serta pemerintah yang akan mengadakan konferensi meja bundar. Dalam konferensi itu rencanya mereka akan membahas ekosistem perfilman di Indonesia.

Akan Banyak Ide Ide Kreatif

Para profesional, asosiasi dan filmmaker dunia dan Indonesia rencananya akan berkumpul dan juga mempresentasikan ide-ide kreatif bagaimana mengembangkan film Indonesia. “Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk menjadi lokasi produksi serial dan juga film ya. Indonesia juga memiliki banyak tenaga profesional serta berpengalaman. Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki berbagai macam lokasi yang spektakuler serta investasi yang mana makin baik di bidang industri kreatif,” ungkap Deborah Gabinetti selaku Pendiri dan juga Direktur Balinale.

Merka pasalnya akan berkumpul sebelum Balinale dimulai tepatnya tanggal 22 sampai 23 September 2017.  “Sebenarnya selama 10 tahun terakhir Balinale selalu mengadakan semacam film forum. Akan tetapi untuk tahun ini kami akan lebih fokus dan serius. Untuk itu kami akan mengadakannya selama 2 hari.

Mengalami Perkembangan selama 10 Tahun

Deborah mengatakan juga bahqa sejak diselenggarakan pada tahun 2007, festival ini mengalami perkembangan yang cukup baik. Ini dibuktikan dengan jumlah film yang lolos sampai sebanyak 108 buah film. Tak hanya itu, bahkan makin banyak juga filmmaker luar negeri yang mengikuti festival judi bola ini dan akan berkunjung ke Bali untuk acara ini.

“Ada beberapa filmmaker dari luar negeri juga yang datang dan ikut. Program ini memang diadakan untuk mendukung perfilman Indonesia, ” imbuhnya.

Tema kali ini bertajuk Menghubungkan Komunitas Melalui Dunia Film. Inilah salah satu faktor dalam menyeleksi kurang lebih 300 film yang dikerucutkan ke 108 film. Selain itu tema kali ini akan membuat masyarakat menjadi lebih dekat.

Baliale Internasional Film Festival juga mempunyai program kompetisi yang namanya In Competion. In Competion akan dilangsungkan sepanjang festival. Ada juga film yang tidak dilombakan dan akan tetap ditayangkan dalam kategori non kompetisi.

Tentu saja orang Indonesia patut bangga dan senang atas adanya acara ini. Balinale dapat mendongkrak popularitas Indonesia dan eksistensi perfilman Indonesia.

Ternyata Film-Film Indonesia Lebih Terkenal

Sebelum The Raid yang sempat dipuji-puji sampai ke mancanegara, ternyata ada beberapa film yang juga amat sangat terkenal di luar negeri. Tidak hanya itu, bahkan film-film tersebut juga digandrungi oleh para pecinta film di negara lain. Dan bayangkan saja, padahal film-film tersebut adalah film-film jadul alias jaman dulu. Kebayang nggak kalau ternyata sampai sekarang film-film itu malah lebih terkenal di negeri orang ketimbang di Indonesia sendiri? Apa saja film-film jadul tersenbut? Kita lihat, yuk.

1. Lewat Djam Malam (After the Curfew)

Film ini diproduksi pada tahun 1954 denga sutradara Usmar Ismail. Tentang apa sih film ini? Pada saat itu Indonesia masih segar-segarnya dengan jiwa kepahlawanan setelah meraih kemerdekaan. Nah, cerita dari film ini adalah seorang pahlawan perang yang bernama Iskandar yang berusaha menjadi rakyat sipil dan meninggalkan ketentaraannya. Namun perjuangannya tidak mudah. Nah, apa yang bisa membuat film ini terkenal sampai di luar negeri? Film ini sempat direstorasi oleh National Museum of Singapore dan juga World Cinema Foundation. Tidak hanya itu, film ini juga sempat diputar di Cannes Film Festoval 2012. Dan sejak saat itu film ini dianggap sangat monumental.

2. Pembalasan Ratu Pantai Selatan (Lady Terminator)

Film ini dibuat pada tahun 1988 dan atas arahan sutradara H. Tut Djalil atau yang lebih dikenal dengan Jalil Jackson. Film ini berkisah tentang Nyi Roro Kidul yang mau membalas dendam karena ia dipermainkan lelaki sakti dengan menggunakan jasad Wanda yang diperankan oleh Yurike Prastika. Di film ini diceritakan bahwa lelaki yang menyetubuhi Wanda akan mati karena akan ada keris yang keluar dari kemaluannya. Keris itu juga lah yang akhirnya menaklukkan Wanda sehingga Nyi Roro Kidul kembali ke dunia siluman.

Kenapa sih film ini bisa terkenal di luar negeri? Film ini dirilis ulang pada tahun 2004 oleh distributor film Eksploitasi yakni Mondo Macabro. Lady Terminator ini mulai diminati oleh penonton dari Film Cult dan bermain di berbagai festival film aneh yang ada di seluruh dunia.

3. Leyak (Mystics in Bali)

Film yang disutradarai oleh H. Tjut Djalil ini diproduksi pada tahun 1981. Cerita dari film ini adalah tentang seorang penulis muda, Cathy Kean yang berasal dari Amerika Serikat yang mana sangat fasih berbicara bahasa Indonesia. Ia pergi ke Bali untuk mempelajari ilmu gaib kuno yakni LeK untuk buku yang sedang ia tulis. Dan pada suatu malam, ia bertemu dengan seorang wanita yang ternyata adalah seorang penyihir dan juga anggota dari sekte mengerikan bernama Leak (Sofia W.D). Kean setuju untuk menjadi anggota dari sekte sesat itu dan ia juga mulai mengikuti banyak ritual kejam dan aneh.

Kenapa film ini bisa terkenal? Karena film ini dibahas di Total Film (UK) dan Slate TV untuk program Cinemasacre’s Monster Madness pada tahun 2010. Film ini juga disetarakan dengan film Shaw Brothers.

Nah, itu dia 3 film Indonesia lawas yang ternyata sangat terkenal dan diapresiasi di luar negeri. Hayo, pasti Kalian semua orang Indonesia malah belum tau film ini kan? Tidak ada salahnya lho mencoba menonton film togel hongkong ini di Youtube atau download filmnya. Dan rasakan bagaimana film tersebut bisa digandrungi oleh banyak penonton. Semoga bermanfaat ya! Jangan lupa untuk selalu mendukung industri film Indonesia agar bisa lebih dikenal di dunia mancanegara!