Hendra/Ahsan Berkonsentrasi Mengumpulkan Poin

Pasca memutuskan untuk kembali berduet di awal tahun 2018 ini, pebulutangkis Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan saat ini tengah berkonsentrasi untuk mengumpulkan poin demi meningkatkan ranking peringkat dunia mereka. Sekarang ini pasangan ganda putra terbaik tanah air itu berada pada posisi 171 dunia setelah sekitar 1 tahun tak lagi bermain bersama.

 

Keduanya menargetkan 4 kompetisi penting di tahun ini, yaitu Kejuaraan Dunia, Indonesia Terbuka, Asian Games, serta Piala Thomas. Sebagai upaya untuk dapat bertanding pada 4 kompetisi bulu tangkis paling bergengsi tersebut, Hendra dan Ahsan tengah mencoba mengumpulkan point dengan menunjukkan performanya pada Jerman Terbuka yang tengah berlangsung saat ini.

 

Sukses menyingkirkan rintangan awal

Sebagaimana  dikutip dari Badmintonindonesia hari ini, dalam wawancara tentang targetnya di Jerman Terbuka, Hendra menyatakan akan berkonsentrasi lebih demi mengoleksi poin untuk dapat bertanding di  Asian Games, Kejuaraan Dunia, Indonesia Terbuka, serta Piala Thomas.

 

Faktanya, pasangan Hendra/Ahsan berhasil melalui dua rintangan di awal. Mereka sukses menundukkan unggulan kelima wakil dari Denmark yaitu pasangan Kim Astrup dan Anders Skaarup. Pasangan juara dunia 2013 itu berhasil mengumpulkan skor 21 -17, 11-21, dan 21-16 melalui pertarungan yang cukup mendebarkan.

 

Walaupun sudah dapat bernapas lega tetapi pada pertandingan tersebut servis yang dilakukan Ahsan seringkali divonis fault. Seusai bertanding Ahsan mengatakan kebahagiaan atas kemenangannya dan menurutnya pertandingan tersebut susah-susah gampang. Servisnya yang banyak dinyatakan fault sampai memaksa Ahsan untuk mengeluarkan berbagai metode servis yang ia kuasai.

 

Berikutnya Ahsan pun mengaku kalau dirinya hanya bisa pasrah karena telah berupaya sebagaimana tinggi yang ditetapkan. Menurutnya semua tergantung dari perspektif hakim servis sehingga setiap orang mempunyai penilaian yang berbeda-beda. Ahsan juga mengatakan bahwa dirinya merasa kesal tetapi berusaha agar kekecewaan tersebut tak berdampak pada permainannya.

 

Pada game pertama Ahsan merasa bahwa dirinya dan Hendra sudah bermain dengan trik yang tepat, yaitu dengan menyerang terlebih dahulu, tetapi lawan menjadi lebih agresif pada game togel online kedua. Terakhir, pada game penentuan pasangan tersebut mencoba tampil tanpa beban kalau tak dapat dikatakan lebih nekad.

 

Fakta menarik duet Ahsan/Hendra

Pasangan Ahsan/Hendra adalah pasangan ganda putra terbaik Indonesia pada periode 2012 – 2016. Sejak dipasangkan, keduanya sukses meraih gelar bergengsi. Inilah fakta-fakta menarik seputar Ahsan dan Hendra.

  1. Keduanya dipasangkan pada Olimpiade 2012 dan diragukan akan meraih kemenangan. Faktanya mereka berdua berhasil membuktikan dengan menjadi pasangan ganda putra terbaik dunia.
  2. Beberapa gelar bergengsi yang pernah mereka raih adalah, Kejuaraan Dunia 2013, Asian Games 2014, serta Kejuaraan Dunia 2015.
  3. Walaupun telah berusia 31 tahun (Ahsan) dan 34 tahun (Hendra) namun keduanya cukup optimis akan performanya. Keduanya berkaca pada pasangan Mathias Boe dan Carsten Mogensen yang berusia lebih tua dari mereka tetapi masih dapat berpartisipasi pada level papan atas.
  4. Hendra mendapat tawaran di bulan desember 2017 untuk kembali ke pelatnas Cipayung. Keputusannya untuk setuju didasari dari ambisi untuk tampil pada Asian Games 2018 dan Piala Thomas.
  5. Pasangan tersebut tampil berpasangan terakhir kali sebelum vakum selama 1 tahun adalah pada laga Korea Super Series. Saat itu Hendra/Ahsan kalah dari pasangan Li Junhui/Liu Yunchen pada babak perempat final.
  6. Hendra Setiawan faktanya belum merebut meraih juara sebagai wakil Indonesia pada ajang Piala Sudirman dan Piala Thomas, walaupun title juara All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, dan Asian Games sukses diraihnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *