Bagaimanakah Sepak Terjang dari Pansus Angket KPK Dengan Anggaran 3,1 M?

Panitia Khusus Hak Angket KPK pada 26 September 2017 akan menyampaikan laporan sidang paripurna DPR sesudah memasuki masa kerja 60 hari. Dengan anggaran yang besar mencapai Rp 3,1 M apa sajakah yang dilakukan oleh Panitia Khusus (pansus)? Selama ini pansus sering melakukan rapat pemeriksaan dan penyelidikan, menghadirkan pakar, perjalanan dinas, dan konsinyering di Hotel Bintang 4.

 

5 Kegiatan Pansus Dalam 60 Hari Kerja

Kegiatan pertama yang dilakukan oleh Panitia Khusus Hak Angket KPK adalah memanggil Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman pada 29 Agustus 2017 lalu. Dalam keterangannya, Aris menyebutkan terdapat friksi dalam tubuh KPK. Dua faksi mengemukakan yakni penyidik dari anggota kepolisian dan internal KPK. Dari temuan tersebut, akhirnya pansus menindaklanjuti, mengundang KPK beserta penyidik-penyidik yang lain. Namun hingga kini pihak terkait belum dapat dihadirkan pansus.

 

Kegiatan kedua, Pansus mengunjungi rumah aman atau safe house yang dibuat KPK pada 11 September 2017 di Depok. Kunjungan tersebut dilakukan usai mendengarkan keterangan dari saksi Akil Mochtar dan Nico Panji Tirtayasa yang mengakui bahwa pernah disekap di sana. Dalam kunjungannya, pansus hendak meninjau pengelolaan dan kondisi safe house KPK. Pansus lalu memanggil LPSK guna mengkonfirmasi pengelolaan rumah aman.

 

Kegiatan ketiga, Pansus mengunjungi Lapas Sukamiskin, Bandung pada tanggal 6 September 2017 di Jawa Barat. Pansus menemui napi kasus koruptor untuk mengorek bagaimana cara pemeriksaan KPK menghadapi kasus korupsi. Langkah Pansus menemui para napi koruptor judi poker dapat dikatakan sebagai sebuah manuver. Sebelumnya, Pansus punya rencana memanggil mantan koruptor.

 

Kegiatan keempat mendekati berakhirnya masa kerja pansus, usulan dari anggota pansus makin liar. Bahkan, ada sebagian anggota DPR ingin membekukan KPK. Salah satunya dari Fraksi PDIP, Henry Yosodiningrat. Meskipun ia mengklarifikasi pernyataannya.

 

Kegiatan kelima adalah Pansus mengadakan konferensi pers pada 18 September 2017 dengan memamerkan hasil kerjanya selama ini. Terdapat lima koper berkas terdiri atas laporan hasil angket KPK, daftar aset sitaan KPK, dan masih banyak lagi yang lainya. Sayangnya, hingga kini mereka masih kesulitan dalam menyusun laporan akhir serta rekomendasi karena pihak KPK tak mau menghadiri panggilan dari pansus.

 

Inilah Fraksi yang Tolak Perpanjangan Pansus KPK

Pansus Angket KPK menyampaikan hasil temuannya hari ini (26/9). Tak hanya hasil temuanya saja yang dibahas, tetapi juga masa kerja pansus nantinya diperpanjang ataukah berakhir. Kesepakatan sikap fraksi di DPR setuju ataukah tidak dengan hal tersebut sangat berpengaruh. Beberapa fraksi yang anggotanya di pansus adalah Golkar, PDIP, Nasdem, PPP, Hanura, PAN dan fraksi yang di luar pansus yaitu Gerindra, PKB, Demokrat, dan PKS yang sangat dibutuhkan dalam penentuan masa kerja pansus.

 

PDIP merupakan partai yang aktif dalam setiap kegiatan pansus. Beberapa anggotanya adalah Masinton Pasaribu, Arteria Dahlan, Eddy Kusuma Wijaya, dan Ria Eriska yang turut berpartisipasi kerja pansus. Hal itu terbukti masuknya nama-nama dari fraksi anggota PDIP. Mereka setuju dengan perpanjangan masa kerja oleh pansus.

 

Pendapat yang sama pun keluar dari fraksi Hanura serta Nasdem. Bahkan kedua Sekretaris Syarifudin Sudding serta Johnny G Plate mengatakan tak ada masalah terhadap fraksinya untuk setuju perpanjangan Pansus KPK.Tapi fraksi lain, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, dan PPP sepertinya tiidak setuju atas usulan perpanjangan terhadap masa kerja pansus. Demikianlah kasus perpanjangan ataukah tidaknya pansus.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *