Dua Drum Penuh Koin Senilai Rp 50 Juta Dari Bobotoh Untuk PSSI

Niat untuk menyuarakan kepedulian atas konflik kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar berujung sial bagi para Bobotoh alias suporter Persib Bandung. Melakukan konfigurasi bertuliskan Save Rohingya saat Persib menjamu Semen Padang pada 9 September 2017, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI justru menjatuhkan sanksi berupa denda pada Persib.

 

Dianggap melanggar aturan, Komdis pun mengganjar Persib dengan denda sebesar Rp 50 juta. Menuai pro-kontra di kalangan masyarakat, Bobotoh pun menggelar upaya penggalangan dana lewat aksi raja poker bertajuk ‘Koin Untuk PSSI’. Kekecewaan pun dirasakan manajer Persib, Umuh Muchtar, atas sanksi yang mereka tertima karena menurutnya aksi Bobotoh itu tidak ada unsur politik dan murni sikap kepedulian antar sesama manusia.

 

Bahkan kala itu Umuh menilai jika keputusan PSSI itu tidak sesuai dengan sikap pemerintah Indonesia yang begitu getol memberikan dukungan moral dan finansial pada etnis Rohingya yang terusir dari Myanmar itu. Menerima sanksi dengan kepala tegak, Bobotoh pun membantu Persib dengan mengumpulkan koin demi koin agar bisa membayar denda sesuai batas 14 hari yang ditetapkan PSSI.

 

Dua Drum Koin Dari Bandung

 

Memusatkan penggalangan dana di Viking Original Merchandise (VOM) yang ada di stadion Sidolig, Bandung, rupanya seluruh lapisan masyarakat di Bandung ikut serta. Tak hanya datang dari kalangan Bobotoh, publik kota Kembang pun turut serta mengumpulkan ‘Koin Untuk PSSI’ itu. Dari pantauan Kompas, mulai bocah SD hingga politisi pun ikhlas memberikan sumbangan.

 

Salah satunya adalah bocah berusia delapan tahun bernama Muhamad Virgiawan Hamdani. Siswa kelas 2 SD di Neglasari ini sampai rela memecahkan celengannya demi membantu Bobotoh membayar denda untuk PSSI. Ditemani orangtuanya, si kecil Irgi memasukkan uang logam miliknya. Selain Irgi, ada juga Leli Yuliani yang membawa sekantong uang receh. Perempuan berusia 58 tahun yang hobi mengumpulkan koin ini membuktikan kalau dia seorang Bobotoh sejati meski tak lagi muda.

 

Tak berhenti di situ, dukungan untuk Bobotoh juga mengalir lewat Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Haris Yuliana, yang memberikan satu tabung celengan plastik berisi ratusan uang koin. Hingga akhirnya pada hari Rabu (27/9) sore kemarin, di bawah guyuran hujan, perwakilan Viking Persib Fans Club menyerahkan sumbangan mereka. Dibawa menggunakan mobil pikap, ribuan koin dalam dua drum berwarna merah muda senilai Rp 50 juta itu diserahkan kepada manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).

 

Koin Disumbangkan Untuk Rohingya

 

Hanya saja ribuan koin yang dikumpulkan Bobotoh itu tampaknya tak akan pernah sampai ke tangan PSSI. Karena PT PBB sudah terlebih dulu membayar denda mereka kepada otoritas sepakbola tertinggi di Indonesia itu. Meskipun demikian, manajemen Persib tetap menerima ‘Koin Untuk PSSI’ yang merupakan bentuk kepedulian sekaligus aksi sindir Botoh itu.

 

Seperti niat awal Bobotoh yang hanya ingin menyuarakan kepedulian akan nasib etnis Rohingya, ribuan koin itu akan disumbangkan oleh manajemen Persib. Donasi sebesar Rp 50 juta itu rencananya akan diberikan kepada korban kemanusiaan etnis Rohingya di Myanmar. Komisaris PT PBB Zainuri Hasyim pun mengucap terima kasih dan kebanggaannya pada seluruh pendukung Persib.

 

“Karena denda ada batas waktu, jadi sudah kami bayar lantaran memang dalam surat yang didenda adalah Persib, dalam hal ini Panpel. Kami juga punya kepedulian terhadap kemanusiaan jadi kami sumbangkan koin-koin ini  untuk Rohingya. Persib dan Bobotoh tak bisa dipisahkan, ini hanya masalah teknis,” tutup Zainuri.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *