Email Donald Trump Jr Buktikan Adanya Komunikasi dengan Rusia

Donald Trump Jr, putra dari Presiden Amerika Serikat yang kontroversional, Donald Trump, mengumumkan rangkaian email yang mana memperlihatkan dirinya ditawarkan informasi yang ‘sensitif’ terkait dengan Hillary Clinton. Tawaran itu disampaikan oleh salah seorang warga Rusia.

Rob Goldstone, praktisi hubungan masyarakat asal Inggris, mengatakan pada Donald Trump bahwa ada informasi yang mana merupakan ‘bagian dari dukungan Rusia dan juga pemerintahannya untuk mendukung penuh Trump.’ Para pejabat AS sendiri kini tengah menyelidiki adanya campur tangan Rusia pada pemilihan presiden AS yang diselenggarakan akhir tahun lalu dengan kemenangan Trump atas Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Email yang ditujukan kepada Trump Jr itu diumumkan lewat twitter. Dan dalam email tersebut, ada tulisan yang mengatakan, “Jaksa penuntut Rusia sudah menawarkan untuk memberik kampanye Trump sejumlah Dokumen resmi dan juga informasi yang akan mendakwa Clinton dan juga transaksinya dengan Rusia dan akan sangat berguna untuk ayah Anda.”

Trump yang menerima email itu pun menjawab, “Jika itu yang Anda katakana, saya suka itu.” dugan tentang adanya hubungan Rusia dengan kampanye Trump memang sudah lama mengemuka, dan ada beberapa analisis terkait dengan itu.

Awal ‘Kasusnya’

Sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden, ia dibuntuti dengan berbagai tuduhan adanya sabotase Rusia kepada kampanye Hillary Clinton, calon dari partai Demokrat. Awalnya adalah pada bulan Mei 2016 saat muncul sebuah laporan pertama bahwa peretas menjadikan Partai Demokrat sebagai sasaran. Dalam jangka waktu 2 bulan kedepan, laporan-laporan menyebutkan badan intelejen AS melacaknya ke peretas-peretas dari Rusia.

Dan pada bulan Juli, malam menjelang Konvensi Nasional Demokrat, Wikileaks menerbitkan sebanyak 20.000 email internal yang mana berhasil dicuri oleh para peretas. Badan-badan intelejen AS tersebut mengatakan dengan penuh kepercayaan yang tinggi bahwa Rusia berada di belakang operasi tersebut. Tapi tim kampanye Trump menolak secara terbuka untuk menerima temuan tersebut.

Malahan, dalam sebuah konfrensi pers, Trump menimbulkan kemarahan dengan mengajak para peretas Rusia untuk menyesar email pribadi milik Clinton yang controversial dengan mengatakan, “Rusia, jika Anda mendengar, saya harap Anda bisa menemukan 30.000 email yang hilang.”

Dipecatnya Comey saat FBI Menyelidiki

Dua bulan menjabat sebagai presiden, Direktur FBI, James Comey, menguatkan dalam sebuah dengar pendapat terbuka yang mana jarang terjadi dengan Komite Intelejen Kongres bandar togel sgp bahwa biro penyidik tersebut menyelidiki adanya dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016 lalu. Comey juga mengatakan hal itu merupakan penyelidikan ‘berlanjut’ yang mana dimulai sejak bulan Juli 2016 lalu. namun sayangnya, tangga 9 Mei lalu Comey dipecat.

Gedung Putih pada awalnya mengatakan pemecatan Comey terkait dengan penanganan atas penyelidikan tentang beberapa email Clinton. Tapi presiden Trump belakangan inin mengatakan, ‘soal Rusia’ yang menjadi satu faktor.

Dan sehari pasca Comey dipecat, tepatnya pada 10 Mei, Trump bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Rusia di kantor resmi presiden, Oval Office.

Presiden Trump sendiri selalu membantah tuduhan bahwa ia mengetahui masalah itu. Sehati dengan Trump, Rusia juga berulang kali membantah adanya campur tangan. Dan bulan Mei lalu, Departemen Kehakiman menunjuk mantan Direktur FBI, Robert Mueller sebagai penasehat khususn untuk melihat masalah terkait Rusia ini.

Namun beberapa hari yang lalu, Trump Jr mengakui bahwa ia bertemu dengan  seorang pengacara Rusia yang bernama Natalia Veselnitskaya, tepatnya pada tanggal 9 Juni 2016 setelah ia diberitahu bahwa ia memiliki materi yang bisa merusak nama Clinton.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *