Hari Ini KPK Panggil Yasonna Terkait e-KTP

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) berencana akan memanggil Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-Ktp. Rencananya KPK akan memanggil Yasonna pada hari Senin (3/7). Yasonna sendiri bakal diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Andi Agustinus atau yang kerap dikenal dengan nama Andi Narogong.

Akan diperiksa Sebagai Saksi

Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK mengatakan,  “Benar, ada agenda pemerikasaan saksi-saksi kasus e-KTP mulai hari ini.” Ia juga menambahkan bahwa pemerikasaan Yasonna sangat lah penting karena akan mengetahui aliran dana proyek e-KTP. Ketika proyek tersebut berjalan, Yasonna sendiri menjabat sebagai Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR. Ia juga memastikan bahwa KPK akan memanggil mantan anggota Komisi II DPR yang lainnya untuk mendalami kasus yang merugikan keuangan negara hingga kurang lebih Rp. 2,3 triliun.

“Anggota DPR saat itu diduga mendapatkan aliran dana atau tahu informasi lain yang dirasa relevan.  Rencananya akan diperiksa hari ini,” jelas Febri. Sebelumnya Yasonna juga sudah pernah dipanggil untuk memberikan kesaksiannya dewa poker sebagi saksi untuk dua tersangka kasus ini yakni Sugiharto dan Iman. Namun sayang sekali tak sedikitpun politikus PDIP itu tidak memenuhi panggilan.

Alasan Yasonna pada saat itu adalah ia belum menerima surat panggilan dari KPK. Sedangkan pada panggilan yang berikutnya Yasonna tidak dapat hadir juga karena panggilan itu bersamaan dengan agenda lain yang ia harua hadiri.

Nama Yasonna sendiri muncul pada surat dakwaan Iman dan juga Sugiharto. Ia disebut-sebut menerima aliran dana proyek e-KTP sebesar US$84 ribu. Yasonna lantas menulis keterangan yang menyebutkan dirinya kaget disebut-sebut ikut andil dalam penerimaan dana proyek e-KTP itu. Padahal ia belum sempat diperiksa oleh penyidik KPK. Selain Yasonna sejumlah anggota lain juga disebut ikut menerima aliran dana proyek tersebut.

Yasonna Siap Bersaksi

Menteri Hukum dan HAM menyatakan bahwa ia akan mendatangi Gedung KPK hari Senin (3/7) ini. Ia mengatakan bahwa ia akan menjelaskan kronologi terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di dalam kapasitasnya sebagai saksi. “Saya akan datang ke KPK jam 11 untuk dimintai keterangan sebagai saksi oleh KPK,” ungkap Yasonna pada hari Minggu (2/7) kemarin dilansir dari CNN Indonesia.

Ia menegaskan bahwa ketidketidakhadirannya selama beberapa kali saat dipanggil KPK terkait menjadi saksi bukan karena ia enggan memenuhi panggilan terasa tersebut. Ia berdalih ada urusan pekerjaan mewakili pemerintahan yang mana berbenturan dengan jadwal pemeriksaan di KPK.

“Saya sebagai warga negara yang baik siap untuk dipanggil dan datang sebagai saksi. Sudah saya sampaikan sebelumnya yang saya tahu soal kasus e-ktp ini pada penyidik,” imbuhnya. Politikus dari PDIP itu juga menyampaikan iai surat tuntutan yang mana menyebut dirinya menerima uang kasus dugaan korupsi e-KTP. Dugaan keterkaitannya didasarkan pada keterangan kesaksian palsu kasus korupsi e-ktp ini,  Miryam S Haryani.

Yasonna sendiri merasa terkejut karena namanya disebut dalam persidangan kasus e-KTP. Hal ini karena selama ini ia merasa belum pernah sekalipun dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Menurut dirinya, ketika itu Fraksi pIP mengritik kebijakan pengadaan e-KTP yang dimulai pada tahun 2011.

Ia menambahkan, “Saya tidak pernah menerima dana itu dan tidak pernah juga berhubungan dengan para terdakwa dalam proyek e-KTP.”

Dalam kasus ini, 2 mantan pejabat Kementrian Dalam Negeri, Sugiharto dituntut 5 tahun penjara dan Irman 7 tahun penjara.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *