Zion Harvey: Anak Transplantasi Tangan Ganda Kejutkan Dunia

Seorang anak laki-laki AS telah membuat sejarah sebagai anak pertama di dunia yang memiliki transplantasi tangan ganda (kanan dan kiri). Sekarang ia mampu mengayunkan tongkat baseball dengan baik. Ya, sudah dua tahun sejak Zion Harvey, yang sekarang berusia 10 tahun, diberi tangan baru, dan dokternya mengatakan bahwa mereka kagum dan sangat bangga dengan kemajuannya. Zion sekarang bisa menulis dan makan dan berpakaian sendiri, serta menggenggam kelelawar.

Kisah Zion dan Tangannya

Zion lahir dengan dua tangan tapi saat berusia dua tahun, dokter harus mengamputasi mereka. Dengan kata-katanya sendiri, Zion mengatakan: “Ketika saya berumur dua tahun, saya harus melepaskan tangan saya karena saya sakit.” Zion menderita sepsis, infeksi yang mengancam jiwa. Dokter memotong kedua tangannya hingga pergelangan tangan, dan kakinya di bawah lutut karena mereka sekarat. Ginjalnya juga gagal.

Pada usia empat tahun, setelah dua tahun menjalani cuci darah, Zion menjalani transplantasi ginjal dengan menggunakan ginjal yang disumbangkan oleh ibunya Pattie Ray. Peristiwa itu dilakukan empat tahun sebelum anak laki-laki dari Baltimore mendapatkan tangannya yang baru mengingat operasi tangannya dilakukan pada tahun 2015 dan penuh dengan resiko.

Operasi tangan Zion dilakukan pada bulan Juni 2015 dan merupakan resiko yang besar. Meski bukan transplantasi tangan ganda pertama – yaitu pada tahun 1998 – dia adalah anak termuda yang pernah menjalani prosedur ini. Dokternya mengatakan bahwa kisah medis Zion, beserta kepribadian dan tekad positifnya, menjadikannya calon pasien yang hebat.

Pasien transplantasi perlu mengambil obat anti-penolakan seumur hidup dan ini dapat memiliki efek samping yang buruk, yang berarti manfaat operasi harus lebih besar daripada risikonya. Zion sudah menjalani pengobatan ini untuk ginjalnya dan setelah 18 bulan melakukan penilaian ketat, tim medis yakin bahwa transplantasi tangan ganda dapat menguntungkannya. Selanjutnya tinggal menunggu donor tangan dengan ukuran, warna kulit dan kompatibilitas kelompok darah yang tepat. Tiga bulan kemudian mereka menemukan donor.

Kisah di Balik Transplantasi

Sebuah tim yang terdiri dari 40 staf medis, termasuk 10 ahli bedah, beroperasi sepanjang malam hingga waktu memasuki dini hari agar sesuai dengan tangan baru Zion. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menghubungkan semua pembuluh darah mungil yang akan membuat tangannya tetap hidup. Dr Benjamin Chang, co-direktur program transplantasi tangan di rumah sakit, mengingat-ingat: “Kami ingin benar-benar memastikan bahwa ini akan bekerja untuk pasien dan bekerja untuk seumur hidup.”

Dua tahun kemudian, Zion terlihat dengan baik. Ada beberapa kali di tahun pertama setelah transplantasi bahwa dokter togel online Zion khawatir bahwa tubuhnya mulai menolak tangan baru tersebut. Syukurlah, obat dapat membantunya. Dokternya mengatakan salah satu hal yang paling menjanjikan yang mereka lihat selama masa pemulihan adalah seberapa baik otak Zion merespon “terlepas dari tidak adanya tangan selama perkembangan motorik halus yang bagus antara usia dua hingga delapan tahun”.

Berbicara tentang Zion tahun lalu, ahli bedah terkemuka Dr Scott Levin mengatakan: “Otaknya berkomunikasi dengan tangannya, otaknya mengatakan agar tangannya bergerak dan mereka bergerak, dan itu tentu saja luar biasa.”

Meski tangannya berasal dari donor, otaknya telah menerima mereka sebagai tes kesehatan sendiri. Dr Sandra Amaral, anggota tim yang merawat Zion di Children’s Hospital of Philadelphia, mengatakan bahwa Zion terus membuat kemajuan signifikan. Ia mengatakan;

“Dia mampu mengayunkan pemukul baseball dengan lebih banyak koordinasi, dan dia bisa menuliskan namanya dengan cukup jelas. Sensasinya terus membaik. Sungguh menakjubkan. Sekarang dia bisa menepuk pipi ibunya dan merasakannya.”

Email Donald Trump Jr Buktikan Adanya Komunikasi dengan Rusia

Donald Trump Jr, putra dari Presiden Amerika Serikat yang kontroversional, Donald Trump, mengumumkan rangkaian email yang mana memperlihatkan dirinya ditawarkan informasi yang ‘sensitif’ terkait dengan Hillary Clinton. Tawaran itu disampaikan oleh salah seorang warga Rusia.

Rob Goldstone, praktisi hubungan masyarakat asal Inggris, mengatakan pada Donald Trump bahwa ada informasi yang mana merupakan ‘bagian dari dukungan Rusia dan juga pemerintahannya untuk mendukung penuh Trump.’ Para pejabat AS sendiri kini tengah menyelidiki adanya campur tangan Rusia pada pemilihan presiden AS yang diselenggarakan akhir tahun lalu dengan kemenangan Trump atas Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Email yang ditujukan kepada Trump Jr itu diumumkan lewat twitter. Dan dalam email tersebut, ada tulisan yang mengatakan, “Jaksa penuntut Rusia sudah menawarkan untuk memberik kampanye Trump sejumlah Dokumen resmi dan juga informasi yang akan mendakwa Clinton dan juga transaksinya dengan Rusia dan akan sangat berguna untuk ayah Anda.”

Trump yang menerima email itu pun menjawab, “Jika itu yang Anda katakana, saya suka itu.” dugan tentang adanya hubungan Rusia dengan kampanye Trump memang sudah lama mengemuka, dan ada beberapa analisis terkait dengan itu.

Awal ‘Kasusnya’

Sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden, ia dibuntuti dengan berbagai tuduhan adanya sabotase Rusia kepada kampanye Hillary Clinton, calon dari partai Demokrat. Awalnya adalah pada bulan Mei 2016 saat muncul sebuah laporan pertama bahwa peretas menjadikan Partai Demokrat sebagai sasaran. Dalam jangka waktu 2 bulan kedepan, laporan-laporan menyebutkan badan intelejen AS melacaknya ke peretas-peretas dari Rusia.

Dan pada bulan Juli, malam menjelang Konvensi Nasional Demokrat, Wikileaks menerbitkan sebanyak 20.000 email internal yang mana berhasil dicuri oleh para peretas. Badan-badan intelejen AS tersebut mengatakan dengan penuh kepercayaan yang tinggi bahwa Rusia berada di belakang operasi tersebut. Tapi tim kampanye Trump menolak secara terbuka untuk menerima temuan tersebut.

Malahan, dalam sebuah konfrensi pers, Trump menimbulkan kemarahan dengan mengajak para peretas Rusia untuk menyesar email pribadi milik Clinton yang controversial dengan mengatakan, “Rusia, jika Anda mendengar, saya harap Anda bisa menemukan 30.000 email yang hilang.”

Dipecatnya Comey saat FBI Menyelidiki

Dua bulan menjabat sebagai presiden, Direktur FBI, James Comey, menguatkan dalam sebuah dengar pendapat terbuka yang mana jarang terjadi dengan Komite Intelejen Kongres bandar togel sgp bahwa biro penyidik tersebut menyelidiki adanya dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016 lalu. Comey juga mengatakan hal itu merupakan penyelidikan ‘berlanjut’ yang mana dimulai sejak bulan Juli 2016 lalu. namun sayangnya, tangga 9 Mei lalu Comey dipecat.

Gedung Putih pada awalnya mengatakan pemecatan Comey terkait dengan penanganan atas penyelidikan tentang beberapa email Clinton. Tapi presiden Trump belakangan inin mengatakan, ‘soal Rusia’ yang menjadi satu faktor.

Dan sehari pasca Comey dipecat, tepatnya pada 10 Mei, Trump bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Rusia di kantor resmi presiden, Oval Office.

Presiden Trump sendiri selalu membantah tuduhan bahwa ia mengetahui masalah itu. Sehati dengan Trump, Rusia juga berulang kali membantah adanya campur tangan. Dan bulan Mei lalu, Departemen Kehakiman menunjuk mantan Direktur FBI, Robert Mueller sebagai penasehat khususn untuk melihat masalah terkait Rusia ini.

Namun beberapa hari yang lalu, Trump Jr mengakui bahwa ia bertemu dengan  seorang pengacara Rusia yang bernama Natalia Veselnitskaya, tepatnya pada tanggal 9 Juni 2016 setelah ia diberitahu bahwa ia memiliki materi yang bisa merusak nama Clinton.

Hari Ini KPK Panggil Yasonna Terkait e-KTP

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) berencana akan memanggil Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-Ktp. Rencananya KPK akan memanggil Yasonna pada hari Senin (3/7). Yasonna sendiri bakal diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Andi Agustinus atau yang kerap dikenal dengan nama Andi Narogong.

Akan diperiksa Sebagai Saksi

Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK mengatakan,  “Benar, ada agenda pemerikasaan saksi-saksi kasus e-KTP mulai hari ini.” Ia juga menambahkan bahwa pemerikasaan Yasonna sangat lah penting karena akan mengetahui aliran dana proyek e-KTP. Ketika proyek tersebut berjalan, Yasonna sendiri menjabat sebagai Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR. Ia juga memastikan bahwa KPK akan memanggil mantan anggota Komisi II DPR yang lainnya untuk mendalami kasus yang merugikan keuangan negara hingga kurang lebih Rp. 2,3 triliun.

“Anggota DPR saat itu diduga mendapatkan aliran dana atau tahu informasi lain yang dirasa relevan.  Rencananya akan diperiksa hari ini,” jelas Febri. Sebelumnya Yasonna juga sudah pernah dipanggil untuk memberikan kesaksiannya dewa poker sebagi saksi untuk dua tersangka kasus ini yakni Sugiharto dan Iman. Namun sayang sekali tak sedikitpun politikus PDIP itu tidak memenuhi panggilan.

Alasan Yasonna pada saat itu adalah ia belum menerima surat panggilan dari KPK. Sedangkan pada panggilan yang berikutnya Yasonna tidak dapat hadir juga karena panggilan itu bersamaan dengan agenda lain yang ia harua hadiri.

Nama Yasonna sendiri muncul pada surat dakwaan Iman dan juga Sugiharto. Ia disebut-sebut menerima aliran dana proyek e-KTP sebesar US$84 ribu. Yasonna lantas menulis keterangan yang menyebutkan dirinya kaget disebut-sebut ikut andil dalam penerimaan dana proyek e-KTP itu. Padahal ia belum sempat diperiksa oleh penyidik KPK. Selain Yasonna sejumlah anggota lain juga disebut ikut menerima aliran dana proyek tersebut.

Yasonna Siap Bersaksi

Menteri Hukum dan HAM menyatakan bahwa ia akan mendatangi Gedung KPK hari Senin (3/7) ini. Ia mengatakan bahwa ia akan menjelaskan kronologi terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di dalam kapasitasnya sebagai saksi. “Saya akan datang ke KPK jam 11 untuk dimintai keterangan sebagai saksi oleh KPK,” ungkap Yasonna pada hari Minggu (2/7) kemarin dilansir dari CNN Indonesia.

Ia menegaskan bahwa ketidketidakhadirannya selama beberapa kali saat dipanggil KPK terkait menjadi saksi bukan karena ia enggan memenuhi panggilan terasa tersebut. Ia berdalih ada urusan pekerjaan mewakili pemerintahan yang mana berbenturan dengan jadwal pemeriksaan di KPK.

“Saya sebagai warga negara yang baik siap untuk dipanggil dan datang sebagai saksi. Sudah saya sampaikan sebelumnya yang saya tahu soal kasus e-ktp ini pada penyidik,” imbuhnya. Politikus dari PDIP itu juga menyampaikan iai surat tuntutan yang mana menyebut dirinya menerima uang kasus dugaan korupsi e-KTP. Dugaan keterkaitannya didasarkan pada keterangan kesaksian palsu kasus korupsi e-ktp ini,  Miryam S Haryani.

Yasonna sendiri merasa terkejut karena namanya disebut dalam persidangan kasus e-KTP. Hal ini karena selama ini ia merasa belum pernah sekalipun dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Menurut dirinya, ketika itu Fraksi pIP mengritik kebijakan pengadaan e-KTP yang dimulai pada tahun 2011.

Ia menambahkan, “Saya tidak pernah menerima dana itu dan tidak pernah juga berhubungan dengan para terdakwa dalam proyek e-KTP.”

Dalam kasus ini, 2 mantan pejabat Kementrian Dalam Negeri, Sugiharto dituntut 5 tahun penjara dan Irman 7 tahun penjara.

Mclaren Tegaskan Tidak Ada Konflik Dengan Fernando Alonso

 

Persaingan dalam Formula 1 semakin seru dimana saat ini Sebastian Vettel masih memimpin sembari dikuti oleh duo Mercedes dan rekan setimnya di Ferrari, Kimi Raikkonen. Namun jajaran nama atas para pembalap ini masih ada yang kurang yaitu nama Fernando Alonso yang sudah tidak lagi memiliki masa keemasan bahkan pembalap berusia 35 tahun ini digosipkan memiliki masalah internal dengan Mclaren dan membuatnya ingin hengkang.

Fernando Alonso Tidak Memiliki Masalah Internal Dengan Mclaren

Jajaran pembalap papan atas dalam beberapa musim ini sudah tidak lagi menampilkan nama Fernando Alonso sebagai salah satu pembalap togel online yang diperhitungkan mampu menjadi juara dunia. Alonso yang pernah berjaya dengan Renault dan juga Ferrari ini seolah langsung turun tahta dan hanya mampu berada di papan tengah. Namun ternayat musim ini dirinya mengalami masalah yang buruk bahkan tidak mampu bersaing dengan pembalap di papan tengah lain karena dirinya tidak memiliki mobil yang cukup kuat untuk dipacu menuju haris depan. Padahal pesaingnya yang lain masih tetap berada di papan atas meskipun usia mereka juga tidak lagi muda namun masih hebat.

Sebastian vettel masih tetap berjaya dan berusaha meraih gelarnya kembali, ada pula saingan lamanya Lewis Hamilton yang juga masih mengincar juara setelah musim lalu gagal bahkan Kimi Raikkonen pun tetap konsisten dan di musim ini dirinya juga selalu berada di papan atas. Hanya Alonso yang tidak mengalami perkembangan apapun dan membuat dirinya sendiri juga frustasi dibuatnya dan akhirnya mulai absen mengikuti balapan. Padahal musim ini masih belum berakhir namun Alonso sudah tidak mengikuti GP Monaco dan dia pun lebih memilih untuk balapan di Indy 500 yang digelar di Indianapolis, Amerika Serikat padahal yang lain masih berjuang untuk menang.

Banyak pihak yang mengatakan jika dirinya memiliki masalah dengan Mclaren namun pihak Mclaren pun membantah adanya masalah maupun ketegangan internal di dalam timnya. Bahkan hal ini juga langsung dikatakan oleh Zak Brown yang merupakan Direktur Eksekutif dari Mclaren. Beliau mengatakan jika tidak ada sama sekali masalah ketegangan dengan tim selama Alonso membalap untuk Mclaren sehingga adanya spekulasi mengenai kepindahan itu tidak akan terjadi. Namun Brown juga membenarkan jika Alonso mengalami masa frustasi sebab dirinya gagal untuk tampil baik selama berjalannya musim 2017 ini sehingga dia geram dan memutuskan untuk absen balapan.

Mclaren Inginkan Fernando Alonso Bertahan

Seperti yang dilansir oleh halaman Sportsmole, Brown mengatakan jika sebenarnya Alonso masih sangat menyukai suasana ketika dirinya membalap dengan Mclaren. Brown bahkan tidak bisa berpikir jika terdapat tim lain yang lebih baik dibandingkan dengan timnya ini meskipun ia tidak menampik apabila Alonso sangat ingin bersaing di papan atas seperti dulu dengan pembalap yang lainnya. Namun beliau menambahkan jika tidak ada sama sekali ketegangan apapun yang membuat Alonso tidak betah untuk bersama dengan Mclaren. Kelihatannya memang dirinya sangat frustasi namun Brown mengatakan jika bukan hanya dirinya saja yang sedang frustasi melainkan timnya.

Tim juga menanggung beban frustasi yang dialami dan pihak Mclaren berusaha untuk membuat Alonso tetap berada di Mclaren dan dia yakin jika Alonso juga masih memiliki keinginan untuk tetap tinggal dengan Mclaren. Di akhir pernyataannya, Brown menyadari bahwa satu hal yang paling mereka butuhkan adalah mobil yang paling cepat dan juga kuat sehingga mereka masih akan tetap mencoba dan sedang membuat mobil yang cocok untuk Alonso sehingga mampu bersaing di peringkat atas kembali di usianya yang kini sudah tidak muda lagi.

Akan tetapi, Brown kembali menegaskan jika pihaknya tidak memiliki masalah yang akan merugikan Fernando Alonso dan hubungan itu masih tetap baik hingga saat ini sehingga Alonso akan kembali.